CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 28 Oktober 2013

Bayangan Dirinya Part 1

Karin berjalan diantara rintikkan gerimis yang mulai deras, pandangannya tertuju ke arah jalan, sesekali ia berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju stasiun, tak ada angkutan umum tersisa, hanya beberapa sepeda motor berlalu lalang, taxipun tak terlihat hari ini. Suasana kota begitu sunyi, hanya suara gerimis mengalun mengiringi langkah Karin. Sepanjang jalan ia teringat seseorang yang tlah pergi dari hidupnya , secercah ingatan menyusup dalam pikirannya, ia teringat saat itu, saat di mana kesendiriannya dimulai.
----------------------------------------
 pagi itu mentari bersinar cerah, seakan tersenyum pada penghuni bumi. Karin berjalan membawa dua bungkusan besar plastik mainan, pagi ini seperti biasa ia berangkat ke rumah sakit tempat ia bekerja sekaligus mengunjungi teman-teman kecilnya. "Pagi mbak Karin" sapa salah satu petugas yang tak asing dengan sosoknya. "Dokter Juli udah dateng?" tanya Karin pada petugas itu. "belum" "yaudah, makasih ya mbak" ujarnya bergegas menuju lift. Ia menatap jam mungil di tangannya, masih cukup. Batinnya. Ia sedikit berlari menuju lift, tatapannya terfokus ke arah lift yang mulai tertutup. Ia tak melihat orang-orang di hadapannya, hingga seseorang menabraknya. Semua mainan terlempar dari plastik yang seharusnya mampu menampung benda-benda itu. "hah, Maaf pak, Saya nggak sengaja" ujarnya. "kamu punya mata nggak sih" ujar laki2 itu ketus. "maaf, saya bener-bener minta maaf" "lain kali jalan liat-liat" ujar laki-laki itu berlalu dari hadapannya. Karin tertunduk mendengar ucapan laki-laki itu, ia kembali membereskan mainan-mainan yang berserakan di lantai. "jam berapa ini?" tanya Karin, sambil menatap jam tangannya. Jam menunjukkan pukul 08.30, Juli bentar lagi dateng. Gumam Karin dalam hati, ia segera memasukkan mainan-mainan itu ke dalam plastk. "selesai" ujarnya. Ia melangkah ke dalam lift. Ia tersenyum lega. Syukurlah, semoga tepat pada waktunya . Batinnya setelah memasuki lift.
------------------------------------------------------------------------------------
 "Pagi semua" sapa Karin. "Pagi kak Karin" jawab anak-anak yang ada dalam ruangan. "Kakak punya sesuatu buat kalian" ujar Karin meletakkan dua kantung mainan tadi."kalian seneng nggak?" lanjutnya. "iya kak" "oke, 1 anak ambil 1 ya" anak-anak begitu gembira mendapat mainan-mainan itu, tawa mereka hangat bak mentari pagi ini. Sesekali Karin mengamati mereka, ia tersentuh mengingat mereka penderita kanker. Ia bersyukur, nasibnya lebih baik dari mereka. Tak lama ia kembali menatap jam tangan mungilnya #to be Continued

0 komentar:

Posting Komentar