CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 18 November 2013

Kintamani

Kintamani salah satu objek wisata di Bali, yang memiliki udara pegunungan berhawa sejuk dengan panorama Gunung  dan Danau Batur begitu indah. Kawasan paling favorit di sini adalah desa Penelokan kecamatan Kintamani, desa ini terletak di tepi Gunung Batur adalah tempat tampil teramat indah untuk melihat pemandangan Gunung Batur beserta danaunya. Dari tempat ketiinggian melihat sensasi gunung Batur, kadang-kadang terlihat begitu jelas mengeluarkan asap, karena tergolong masih aktif dan keindahanan danau bulan sabit yang berada di kaki gunung. Berkunjung ke sini adalah waktu siang hari, saat waktu makan siang, karena di sepanjang jalan tersedia restaurant dengan menyajikan pemandangan lembah, gunung serta danau.

Di sini terdapat Gunung berapi kecil, gunung ini masih aktif sampai letusan besar, saat itu terjadi pada tahun 1917, dimana letusan tersebut telah mengambil ribuan nyawa juga menghancurkan ratusan rumah penduduk Desa Batur Tua keberadaannya di dasar kaldera Batur. Penduduk yang masih tersisa mengungsi ke Desa Batur, pura Ulun Danu lokasinya berada di lembah gunung Batur, juga pindah ke Desa Batur seperti ditempati sekarang, tapi sampai sekarang pura Ulun Danu Batur yang ada di penolokan masih menjadi pusat kegiatan pemujaan penduduk setempat dan Bali.
 English : Kintamani:: English version
Penelokan - kintamani

Menempati bagian tengah pegunungan dan dataran tinggi pulau Bali, suhu udara di daerah Kintamani, Bangli ini cukup sejuk bahkan sangat dingin di malam hari untuk wilayah Kintamani, tanahnya tergolong subur, pohon jeruk, kopi serta coklat bisa berkembang optimal di sini. Pada musim-musim tertentu biasanya musim penghujan,  akan disertai turunnya kabut. Kintamani terletak di kabupaten Bangli. Bangli merupakan sebuah kabupaten letaknya di tengah-tengah pulau ini, salah satu kabupaten yang tidak  punya pesisir pantai, berada pada ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, menyebakan wilayah ini sangat sejuk, tumbuh-tumbuhan, tumbuh subur di sana.

Pesona alamnya indah memunculkan kesan damai, hamparan pemandangan lembah juga Danau Batur merupakan danau terbesar di kawasan pulau ini dan Gunung Batur salah satu Gunung berapi masih aktif,  berdiri di tengah-tengah kaldera membuat daerah ini menjadi salah satu tujuan wisatawan paling favorit, serta diminati di Bali. Jarak  ditempuh ke kawasan ini kira-kira 2 jam perjalanan mobil dari Denpasar atau Karangasem ataupun  Lovina. Jejeran restaurant sepanjang penelokan menawarkan kelebihan dari keindahan alam lembah dan gunung, terbukti sangat diminati, sambil bersantai menikmati makan siang, pengunjung disuguhi panorama alam yang memukau.
 
Untuk mengunjungi objek ini, wisatawan bisa ikut paket full day Kintamani - Ubud Tour  paket tersebut telah kami susun rute perjalanannya. Atau wisatawan bisa sewa mobil + supir + bbm menentukan sendiri rute arah perjalanan yang mau dipilih bisa juga setir sendiri kalau sudah tahu rute/ jalan ke tempat wisata tersebut.

Danau Batur - Kintamani

Bali Tours Club juga menyediakan tempat watersport  terletak di Tanjung Benoa Nusa Dua, rafting di Sungai Telaga Waja dan Ayung, tersedia juga voucher cruise seperti untuk Quicksilver yang berlayar setiap hari ke Nusa Penida,  Odyssey Submarine , kami sediakan juga paket perjalanan dari half day,  full day perjalanannya berdurasi 8-10 jam setiap harinya, sampai paket beberapa beberapa hari tour. Tujuan untuk berkunjung ke objek wisata Kintamani adalah salah satu terfavorit di pulau ini, tidak mengherankan saat jam santap siang tiba, kawasan ini dipenuhi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Yang menjadi andalan bagi restoran disini selain makanan yang lezat dan halal pemandangan di depan mata membuat sensasi santap siang lebih sempurna.

 tag: http://balitoursclub.com/berita_58_Kintamani.html

Resensi Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh Paruk adalah bagian dari trilogi novel Ahmad Tohari, yaitu Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala. Masing-masing novel diterbitkan secara berurutan, tahun 1982, 1984, 1985.
Ronggeng Dukuh Paruk yang merupakan novel pertama dari trilogi tersebut membuka ceritanya dengan mendeskipsikan suatu keadaan sebuah perkampungan di daerah Jawa. Kampung tersebut memiliki suatu kebiasaan yang menjadi ciri khasnya, yaitu ronggeng. Cerita dimulai ketika Dukuh Paruk dengan segala kecabulan dan keterbelakangannya sudah selama hampir belasan tahun kehilangan seorang ronggeng. Ronggeng adalah suatu kebanggaan di Dukuh Paruk. Perempuan yang meronggeng tidak akan dianggap sebagai perempuan jalang. Justru mereka akan sangat bangga apabila ada salah satu dari keluarga mereka menjadi seorang ronggeng. Maka selama hampir belasan tahun tanpa ronggeng, Dukuh Paruk serasa mati. Dukuh Paruk tidak pernah menyalahkan keberadaan ronggeng karena leluhur mereka, Ki Secamenggala tidak pernah juga menyalahkannya. Ki Secamenggala dianggap sebagai orang yang pertama kali menduduki Dukuh Paruk. Menurut kepercayaan warga Dukuh Paruk, Ki Secamenggala adalah orang yang terasingkan dari lingkungan masyarakat sekitar karena kecabulannya, entah itu dalam berkata atau dalam berpikir. Namun, tidak seorang pun dari warga Dukuh Paruk yang menyalahkan sikap Ki Secamenggala tersebut. Mereka justru sangat menghormati keberadaan Ki Secamenggala. Itulah yang menjadi alasan mengapa hingga bertahun-tahun lamanya Dukuh Paruk tetap berada dalam kecabulannya. Mereka senantiasa merindukan tarian ronggeng dan irama musik yang acapkali mereka dengar dulu, sebelum ronggeng dukuh paruk kehilangan keberadaannya. Sekitar sebelas tahun lalu, Dukuh Paruk digemparkan dengan racun tempe bongkrek yang dibuat oleh sepasang suami istri, Santayib dan istrinya. Tempe bongkrek yang sering dibuatnya untuk kali itu menyebabkan kematian pada banyak penduduk yang memakannya termasuk Santayib dan istrinya. Hanya beberapa yang masih bertahan hidup sementara sisanya tidak tertolong lagi. Siapa yang tahu, bahwa kemudian anak dari pembuat tempe bongkrek yang menggemparkan warga sekampung itu adalah calon ronggeng. Ia lah Srintil, gadis kecil berusia sebelas tahun. Dengan kepercayaan bahwa Srintil telah dirasuki indang ronggeng, Srintil menjadi ronggeng dalam usianya yang baru sebelas tahun. Tidak ada yang dianggap sebagai pertentangan dengan norma apapun ketika seorang anak yang sepantasnya bersekolah, bermain, dan dilindungi orang tua berlenggak-lenggok menari erotis dengan tatapan menggoda sebagai seorang ronggeng. Mungkin hanya Rasus yang merasa tidak rela ketika Srintil disahkan menjadi ronggeng dan dimiliki oleh semua warga Dukuh Paruk. Rasus merasa ada yang diambil dari dirinya ketika Srintil dimiliki semua orang. Terlebih ketika Srintil harus menjalani malam buka kelambu, suatu persyaratan yang harus dipenuhi Srintil sebelum akhirnya dinyatakan sebagai seorang ronggeng dukuh paruk. Rasus kehilangan sosok yang dihormati pada diri Srintil. Rasus memutuskan pergi dan menjadi seorang tentara. Pada saat ia kembali ke Dukuh Paruk setelah berusia dua puluh tahun, Rasus mencoba melihat kewajaran pada pemahaman yang dimiliki Dukuh Paruk terhadap ronggeng, termasuk kewajaran pada kebanggaan Srintil sebagai seorang ronggeng. Rasus memutuskan pergi kembali untuk bergabung bersama tentara lainnya dengan pemahaman yang dibawanya bahwa Dukuh Paruk dengan segala keasliannya tidak akan pernah bisa diubah sampai kapan pun. Maka Dukuh Paruk akan tetap dengan ronggeng dan kecabulannya.
Unsur-unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk:
Tema
Tema yang terdapat dalam novel ini adalah kebudayaan. Sebuah budaya ronggeng yang dimiliki sebuah kampung bernama Dukuh Paruk.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh-tokoh yang saya anggap menonjol dalam menggulirkan alur cerita dalam novel ini adalah sang ronggeng Srintil, sang tentara Rasus, Sakarya, Kartareja dan Istrinya.
Srintil adalah seorang anak yatim piatu yang bercita-cita menjadi ronggeng. Dia pandai memikat, pandai menari, senang dipuji, cantik.
Rasus adalah seorang anak laki-laki yatim piatu yang menyukai bahkan mengagumi Srintil karena sebuah alasan ia melihat sosok ibunya pada sosok Srintil. Rasus adalah anak yang rajin, terbukti semasa kecilnya ia kerap membantu neneknya menggembalakan kambing. Kemudian ketika dewasa ia tumbuh menjadi laki-laki yang patuh terhadap keharusan bahwa ia harus meninggalkan Dukuh Paruk untuk menjadi seorang tentara. Ketika menjadi seorang tentara, Rasus tidak lagi ragu-ragu untuk memilih jalan yang seharusnya ia tempuh.
Sakarya, kakek Srintil yang amat patuh pada adat. Sakarya sangat memercayai keberadaan Ki Secamenggala. Sakarya bahkan membuat Srintil menjadi seorang ronggeng di usia muda.
Kartareja, seorang dukun ronggeng yang licik. Ketika malam buka kelambu, ia melakukan kelicikan pada dua orang pemuda yang mampu memenuhi persyaratan untuk bisa mewisuda keperawanan seorang ronggeng, Srintil.
Istri Kartareja juga sama halnya dengan suaminya, licik. Nyai Kartareja juga pandai memikat dan menaklukkan orang yang sedang emosi. Terbukti ketika Nyai Kartareja menaklukkan emosi dua orang pemuda yang hendak mewisuda keperawanan Srintil.
Ada pun tokoh-tokoh lainnya seperti Darsun, Warta, Sakum, Santayib, Istri Santayib, Nenek Rasus, Nyai Sakarya, Siti, Ibu Siti, dan warga Dukuh Paruk lainnya, juga sang leluhur yang sosoknya selalu disebut-sebut warga Dukuh Paruk; Ki Secamenggala.
Alur
Alur yang digunakan adalah alur campuran. Ceritanya terkadang melaju ke masa depan, namun juga terkadang mengulas masa lalu. Menurut saya, alur yang digunakan dalam penceritaan ini sangat meloncat-loncat. Untuk pertama kali, Rasus menceritakan kehidupannya di usia empat belas tahun, lalu tiba-tiba ia menjadi tentara dan usianya dua puluh tahun. Jalan cerita tidak sedikit pun menjabarkan tentang bagaimana Rasus menjadi seorang tentara dan Srintil mulai beranjak menjadi wanita dewasa. Ada pun kilas balik ke masa yang lebih dulu, ketika Srintil masih bayi dan keracunan akibat tempe bongkrek itu terjadi, setidaknya itu lebih jelas penjabaran alur ceritanya. Namun, seperti ada sesuatu yang hilang atau mungkin memang disengaja ketika penggunaan alur penceritaan dari usia Rasus yang ke-14 tahun menuju penceritaan pada saat usia Rasus yang ke-20 tahun. Di akhir cerita pun seperti ada sesuatu yang menggantung, sesuatu yang belum selesai. Hal ini dapat dipahami karena novel ini adalah novel pertama dari trilogi novel yang ada. Kesimpulannya, alur dalam novel ini terkesan meloncat-loncat bagi saya.
Latar
Latar tempat
Latar tempat yang secara umum adalah di sebuah perkampungan yang bisa dikatakan sebagai perkampungan primitif.
Latar tempat lainnya yang lebih detail adalah:
· di bawah pohon nangka: “Di bawah pohon nangka itu mereka melihat Srintil sedang asyik bermain seorang diri.”
· di rumah Kartareja: “Kebekuan di beranda rumah Kartareja berakhir”
· di pekuburan Dukuh Paruk: “Di kaki bukit kecil di pekuburan Dukuh Paruk, Sakarya berdiri bersilang tangan.”
· di rumah nenek Rasus: “aku sengaja tidak keluar dari rumah Nenek.”
· di pasar: “Di sini memang pasar,…”
Dan beberapa latar tempat lainnya lagi.
Latar waktu
Latar waktu yang terdapat dalam novel ini adalah latar waktu tahun 1946 dan 1965.
Detailnya, latar waktu yang terdapat dalam novel adalah latar waktu pada saat:
· sore hari: “Demikian, sore itu Srintil menari dengan mata setengah tertutup”
· malam hari: “pada malam yang bening itu, tak ada anak Dukuh Paruk keluar halaman.”
Dan juga latar waktu di pagi dan siang hari yang tidak diperinci dalam tulisan ini.
Sudut Pandang
Sudut pandang pengarang dalam novel ini adalah sebagai sudut pandang orang pertama serba tahu. Ahmad Tohari memasukkan sudut pandang keakuannya pada tokoh Rasus yang dibuat seolah tahu semua hal yang terjadi pada semua tokoh lainnya yang terdapat dalam novel ini.
Amanat
Sulit rasanya ketika saya harus memandang kebenaran berdasar pada kebenaran yang dipatuhi oleh cerita. Sementara kebenaran yang saya yakini sungguh jauh berbeda dengan yang terdapat dalam cerita. Namun, menilai karya sastra memanglah tidak dibenarkan jika memakai penilaian dari sudut pandang kesubjektifan.
Dengan segala keterbatasan penangkapan nilai-nilai dalam novel ini, mungkin amanat yang hendak disampaikan dari novel ini adalah keterbatasan hanya pada satu pemahaman tidak akan membuat kemajuan yang lebih pada kehidupan. Warga Dukuh Paruk boleh saja bahkan memang seharusnya menghargai adat yang berlaku sudah sekian lamanya, namun kebanggaan dan penghargaan tersebut jangan sampai menutup mata mereka terhadap kehidupan di luar Dukuh Paruk sehingga mereka buta sama sekali tentang kenyataan kehidupan di luar kampung mereka sendiri.
Tanggapan Saya Dalam Beberapa Hal Lainnya
Keadaan Batin Rasus
Rasus yang diam-diam sedari kecil menyukai Srintil didasari oleh alasan ia melihat sosok ibunya yang tidak pernah ia jumpai sama sekali ada dalam sosok Srintil. Namun, suatu ketika ia kecewa karena Srintil telah disahkan menjadi ronggeng yang pantas dimiliki bersama. Ada hal yang hilang dalam diri Rasus, yang seolah terenggut sebagai miliknya. Berulang-ulang penceritaan dalam novel ini menyinggung keadaan batin Rasus yang merindukan ibu dan ia menemukannya dalam sosok Srintil. Keadaan batin Rasus di satu ketika agaknya menjadi sebuah kritikan bagi para ahli yang bekerja dalam bidang kesehatan, seperti penggalan kalimat yang terdapat dalam cerita, yaitu:
“Entah di mana, entah di mana. Orang-orang pandai itu, siapa
pun dia, merasa berhak menyembunyikan kubur Emak. Aku yang pernah sembilan bulan
bersemayam dalam rahim Emak tidak perlu mengetahuinya.”
Tidak ada yang pernah berterus terang tentang kejadian yang terjadi pada ibu Rasus. Semua mengatakan dalam hal yang menggantung. Hingga hanya ada dua kemungkinan tentang ibunya dalam pikiran Rasus, yaitu antara ibunya mati dan mayatnya dicincang-cincang, dijadikan bahan penelitian tentang kasus racun tempe bongkrek oleh para ahli kesehatan atau kemungkinan kedua, ibu Rasus sembuh dari keracunan itu dan menjalani kehidupan di luar Dukuh Paruk bersama mantri yang merawatnya dan ia melupakan Rasus. Kemungkinan mana pun yang terjadi membuat Rasus menyimpan dendam pada mantri. Hingga di satu ketika ia berpikir telah menembak kepala sang mantri padahal yang ia tembak adalah batu. Batu itu hancur berkeping-keping dan dalam pandangan Rasus, kepingan batu-batu itu adalah kepingan kepala mantri yang ia tembak.
Ronggeng Bagi Warga Dukuh Paruk
Ronggeng bagi Dukuh Paruk seakan menjadi sesuatu yang amat berharga dan patut dimuliakan. Seorang istri bahkan tidak akan merasa dipermalukan bahkan merasa sangat bangga ketika suaminya mampu menjadi orang yang paling lama menari bersama sang ronggeng. Dua orang pemuda bahkan rela bertengkar demi dapat tidur bersama seorang ronggeng yang masih kanak-kanak. Esensi tentang kebenaran yang banyak disepakati seakan tidak berlaku bagi warga Dukuh Paruk. Ronggeng adalah suatu penghargaan terhadap leluhur, bukan pelanggaran terhadap norma. Tidak ada yang patut disalahkan dan dibenarkan karena adat yang mengakar telah menanamkan pemahaman yang jauh berbeda dengan kehidupan di luar Dukuh Paruk. Pernikahan bukan lagi sebagai sesuatu yang dianggap sakral karena setelah menikah pun seorang laki-laki masih dapat meniduri wanita bahkan istri orang lain. Dukuh Paruk tidak pernah mempermasalahkan jika ada sepasang manusia yang tidur bersama dan mereka bukan suami istri. Perkara yang mudah saja jika seorang suami menemukan istrinya tidur dengan suami orang lain, maka suami akan membalas meniduri istri orang yang meniduri istrinya. Tidak akan ada pertengkaran tentang kesusilaan di Dukuh Paruk karena mereka memiliki caranya sendiri dalam menyikapi hal tersebut.
Srintil Sebagai Perempuan Biasa
Srintil bangga menjadi seorang ronggeng karena banyak pujian dan pemanjaan akan didapatkannya. Tapi ketika akan dilaksanakan malam buka kelambu pun, ia sadar bahwa ia sedang diperjualbelikan. Bahkan ketika dewasa, ia banyak bercerita tentang harapannya menjadi seorang istri dan memiliki anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang ronggeng sekalipun memiliki naluri sebagai perempuan normal, perempuan yang memiliki harapan untuk dapat menjadi seorang istri dan seorang ibu.
Menilai sosok Srintil dan Dukuh Paruk tidak akan terwakilkan dengan sempurna jika yang dinilai hanya dari satu novel karena novel ini adalah trilogi. Ada yang hilang, janggal, menggantung ketika novel ini selesai dibaca dan kemudian ditanggapi. Cukup kiranya jika saya hanya menuliskan hal-hal di atas sebagai pemandangan saya terhadap novel Ronggeng Dukuh Paruk karangan Ahmad Tohari. 

tag:  http://media.kompasiana.com/buku/2012/11/29/resensi-novel-ronggeng-dukuh-paruk-506940.html

Menggapai Mahameru, Si Langit Pulau Jawa


Senin, 13 Februari 2012, 11:15 WIB
Foto-foto: Nyanyu/PicnicHolic
Di puncak Mahameru
Di puncak Mahameru
Mahameru merupakan puncak dari Gunung Semeru,  gunung berapi tertinggi di Pulau  Jawa yang bearada di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Dengan ketinggian 3.676 m dpl (di atas permukaan laut), Puncak Mahameru mendapat julukan Langit Pulau Jawa. Gunung berapi ini hingga saat ini masih aktif selalu menawarkan cerita unik bagi para pendakinya.

Meskipun harus melewati jalur yang cukup terjal dan cuaca yang sangat dingin (sekitar 15-21 derajat Celcius di siang hari) untuk menggapainya, Mahameru masih menjadi puncak favorit pilihan pendaki Indonesia. Mendengar cerita tentang pesona kecantikan sepanjang jalur pendakiannya membuat saya tergoda untuk mendakinya.

Ranu Pane

Dengan sebuah jeep dari Desa Tumpang, saya dan teman-teman menuju Desa Ranu Pane yang merupakan titik awal pendakian. Sepanjang 1,5 jam perjalanan awal menuju pos pendaftaran di Ranu Pane,  mata kami sudah dimanjakan dengan pemandangan segar yang mampu menghilangkan kepenatan setelah 16 jam naik kereta api dari Jakarta.

Kanan kiri terlihat perkebunan apel dan tebu milik masyarakat setempat.  Udara segar benar-benar kami nikmati hari itu. Gugusan pegunungan Bromo dengan bukit teletubbies-nya juga tak luput dari penglihatan mata dan kamera kami. Di ujung pos pendaftaran, Ranu Pane (Ranu artinya Danau) yang dikelilingi perkebunan kentang, perbukitan, dan keramahan penduduk yang sedang berladang, menyambut kami. Sebuah perpaduan bagus untuk meningkatkan mood kami menggapai Mahameru.

Ranu Kumbolo, Surga di Pagi Hari

Cuaca cerah saat itu, dan kami sudah menyelesaikan proses administrasi di pos pendaftaran. 2 jam pertama jalur yang kami lewati cukup landai. Sesekali kami berhenti untuk beristirahat di shelter-shelter peristirahatan. Pemandangan khas hutan tropis mendominasi jalur yang kami lewati. Udara dingin sore itu memaksa kami untuk tidak berhenti lama di tiap shelter yang kami singgahi. Suhu yang dingin bukan hanya karena udara yang diam, tetapi juga hembusan angin kencang.

Satu jam selanjutnya jalur agak sedikit mendaki, namun tidak terjal. Kami tidak bisa melihat pemandangan kanan kiri lagi karena kabut sudah turun dan gelap malam sudah datang. Kami hanya fokus pada jalan setapak yang kami lewati. Jaket dan sarung tangan mulai kami kenakan bersama dengan headlamp untuk menerangi jalan.

Setibanya di Ranu Kumbolo, kami mendirikan tenda untuk bermalam dan beristirahat. Beberapa teman seperjalanan mengatakan Ranu Kumbolo ini luar biasa indahnya. Tapi, karena hari sudah gelap dan dingin yang luar biasa ini menusuk tulang, secangkir coklat panas menurut saya lebih indah saat itu.

Hingga saat terbangun di pagi hari, saya seperti  berada di Surga. Ah, saya memang belum tahu surga itu seperti apa. Tapi demi melihat sekeliling, tempat dimana saya menghabiskan malam karena kelelahan, saya  merasa seperti berada  di tempat terindah.

Dihadapan saya terpampang  danau air tawar  yang menyejukkan penglihatan. Refleksi 2 bukit pada kanan dan kirinya terlihat jelas dipermukaan danau seluas 14 hektar tersebut. Pohon pinus dan perbukitan masih diselimuti kabut tipis. Saya tidak percaya ada danau cantik di ketinggian 2.400 mdpl ini.

Kami tidak sendiri. Beberapa pendaki juga mendirikan tenda di Ranu Kumbolo. Inilah rumah singgah bagi para pendaki yang akan naik atau pun turun dari Mahameru. Kegiatan memancing, mengisi botol kosong dengan air danau, mengabadikan surga dengan kamera, semua terlihat selaras.

Kami saling menyapa, saling bercerita, bahkan berbagi kopi. Hawa dingin menyengat yang kami rasakan tadi malam, sekarang menjadi hangat. Hangat oleh matahari yang sudah keluar, juga akan persahabatan yang ditawarkan. Saya jatuh cinta pada Ranu Kumbolo!

Kalimati

Kami tidak bisa berlama-lama menikmati surga gunung ini. Kami masih harus mendaki 1.276 meter lagi, tentunya dengan jalur yang tak lagi landai. Setelah membuat sarapan agar energi tetap seimbang, kami membongkar tenda dan kembali melanjutkan perjalanan. Enggan rasanya meninggalkan Ranu Kumbolo. Tapi, ranger kami mengingatkan bahwa setelah turun dari Mahameru kita akan kemping lagi di sini.

Tujuan kami selanjutnya adalah pos Kalimati, pos terakhir sebelum kami menggapai Si Langit Pulau Jawa. Empat jam perjalanan, dengan pemandangan yang lebih menakjubkan. Melewati Tanjakan Cinta, terlihat panorama Ranu Kumbolo yang biru, tenang dan menyejukkan. Pada sisi sebaliknya, terlihat savana luas, seluas mata memandang. Itulah padang savanna bernama Oro-Oro Ombo.

Alang-alang kering setinggi tubuh berjajar rapi membentuk jalan setapak kecil. Bersentuhan dengan tubuh kami saat kami melewatinya. Bunga Edelweiss dan Lavender tumbuh liar dan membentuk koloni sendiri, memberikan pendaran warna berbeda di antara savana luas berwarna emas. Sesekali kami mencium harum bunga Lavender. Atau sengaja mendekatkan ke penciuman kami ke bunga Edelweis yang sedang mekar. Bau yang khas yang tak akan pernah terlupakan.

Bukit-bukit hijau terlihat gagah namun anggun memagari savana ini. Seakan menjaga agar keindahannya tidak pudar. Kami melihat puncak gunung berwarna abu-abu, tidak hijau seperti gunung lain yang pernah saya daki. Ternyata itulah puncak Mahameru. Berwarna abu-abu, terlihat terjal dan gersang. Tapi saya justru makin semangat untuk melanjutkan perjalanan karena merasa semakin dekat dengan tujuan.

Empat jam sudah kami berjalan beriringan dengan pemandangan yang menakjubkan. Hawa dingin kembali menghadang kami setibanya di Kalimati, pos terakhir sebelum mendaki. Rasa dingin di Ranu Kumbolo ternyata tak sebanding dengan Kalimati yang lebih dingin ini. Siang hari, dengan matahari yang tetap memancar, hawa dingin tetap tidak terelakkan. Angin lembah yang dingin dan bertiup kencang serasa membuat tulang-tulang kelu.

Setelah mendirikan tenda, kami segera memasak dan menyantap makanan hangat (yang juga cepat dingin). Setelah itu langsung tidur, walaupun baru jam 2 siang. Ya, kami memang harus menyiapkan energi kami untuk pendakian nanti malam.

Puncak Mahameru  hanya bisa ditaklukkan jika kita berangkat sekitar jam 1 dini hari. Lebih dari itu, kemungkinan kita tidak akan bisa mencapai puncaknya karena badai  pasir yang menghadang. Atau yang lebih parah, terjebak di puncaknya, tidak bisa turun.  Rasa lelah, perut kenyang, hawa dingin hingga ke sumsum tulang, membatalkan niat saya untuk menikmati panorama di Kalimati secara maksimal. Tidur memang menjadi pilihan yang tak bisa ditawar.

Puncak Mahameru

Pukul 1 dini hari kami mulai merangkak. Segala perlengkapan kami tinggal di dalam tenda di Kalimati. Kami hanya membawa air mineral, coklat, dan perlengkapan P3K. Sulitnya medan yang akan kami tempuh memang tidak memungkinkan untuk membawa perlengkapan seperti saat mendaki awal.

Jalan yang sempit, berpasir dan berkerikil kerap membuat langkah kami terhenti setiap 15 menit. Oksigen yang semakin menipis dan udara dingin hingga mencapai  9 derajat celcius tak sedikit pun menyurutkan langkah kami. Kami benar-benar bertekad untuk mencapai Puncak Mahameru, meskipun tertatih. Kami benar-benar mengatur langkah karena kanan kiri pada beberapa titik yang kami lewati jalanan longsor.

1,5 jam melangkah dalam gelap dan lembab, akhirnya kami tiba pada ‘pintu gerbang’ si jalur terjal Mahameru, jalur yang kami lihat saat kami menuju Kalimati. Abu-abu, berkerikil, dan gersang. Langkah menjadi makin tertatih. Kami tidak lagi mendaki, namun merangkak. Rasanya, untuk merangkak 1 meter saja butuh effort yang luar biasa. Merangkak 1 langkah, turun 3 langkah. Itulah yang kami alami.

Berhenti terlalu lama hanya akan mendapatkan dingin yang menyiksa. Saya sempat putus asa dan berniat turun sebelum mencapai Sang Puncak, namun, lagi-lagi teman-teman sependakian memberikan semangat dengan mengatakan “Ayo… itu puncaknya sudah terlihat. Tidak sampai satu jam sudah sampai kok!”. Kata-kata yang menghibur sekali, walaupun pendakian masih jauh. Mungkin butuh sekitar  3 jam lagi.

Pemandangan luar biasa

Makin tinggi, makin tertatih karena oksigen makin tipis. Jalur yang didaki dipenuhi dengan kerikil dan batu besar yang siap menggelinding mengenai kita kapan saja. Tak bisa beristirahat lama karena angin dingin makin bertiup kencang membawa terbang debu-debu di sekitar kita.

Namun, di antara rasa putus asa yang kerap datang, kami disuguhi pemandangan luar biasa. Dari ufuk timur, warna jingga bertumpuk dengan warna oranye muncul membentuk garis lurus pada dasar langit yang biru. Diikuti dengan munculnya bulatan emas mentari. Pemandangan luar biasa itu hanya terjadi tidak lebih 2 menit. Itu adalah bonus untuk kami sebelum sampai puncak.

Lima jam mencoba untuk terus merangkak, kami akhirnya sampai di Puncak Mahameru. Sembah sujud saat itu demi melihat keajaiban yang Allah ciptakan. Jajaran gunung Bromo, Slamet, Sundoro, Sumbing, semua terpampang di depan mata dengan megahnya.

Awan kini tidak berada di atas kami, tapi di bawah kami. Jika saat itu kami dalam film Doraemon, pastilah adegan melompat ke awan sudah kami lakukan. Awan-awan yang terasa begitu dekat dengan kaki, melingkupi beberapa sudut perbukitan dan pegunungan di Pulau Jawa.

Gradasi warna alam refleksi dari sinar matahari pagi terpancar begitu sempurna. Hijau lumut, hijau toska, hijau muda, biru cerah, jingga, keemasan, putih berarak, perpaduan warna yang menyejukkan hati untuk lukisan alam paling sempurna dari Sang Maestro.

Sayang sekali, saya tak bisa berlama-lama di Puncak Mahameru ini. Selain (lagi-lagi) hawa dingin dan angin yang bertiup kencang, kami khawatir badai akan datang. 25 menit berada di titik tertinggi Pulau Jawa, cukup membayar rasa letih dan (hampir) putus asa saya.

Setelah mengabadikan gambar seadanya karena hanya membawa kamera saku, kami semua turun. Masih merasakan lelah, tapi kami semua bangga. Bukan bangga karena bisa sampai di puncak, namun bangga karena kami bisa mengalahkan ego kami untuk tetap terus melangkah sembari saling memberi semangat kepada teman seperjalanan. Tenda di Kalimati telah menanti kami dengan sejuta cerita yang siap yang kami bagi.

tag: http://www.republika.co.id/berita/komunitas/picnicholic/12/02/13/lzbd69-menggapai-mahameru-si-langit-pulau-jawa

Minggu, 17 November 2013

Film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta

Resensi Film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta




Resensi Film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta
Deskripsi Film:
· Judul Film                        : 3 Hati 2 Duni 1 Cinta
· Genre                              : Drama
· Penulis dan Sutradara      : Benni Setiawan
· Produksi                         : Mizan Productions
· Pemeran Utama              : Rezza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachin
· Pemain                           : Henidar Amroerasyid, Rosyid K, Robby T, Ira W, Zainal A,
                                       Jay Wijayanto
· Music director                : Thoersi Argeswara
· Editor                             : Cesa David Luckmansya

Sinopsis Film :
Sebuah judul film yang lebih menarik dari pada judul aslinya.Film ini diangkat dari sebuah  novel best seller karya Ben Sohib berjudul “The Da Peci Code” dan “Rosid & Delia”.Tokoh utamanya bernama Rosid, pemuda muslim seniman keturunan Arab-Betawi yang terobsesi menjadi sosok W.S Rendra di tengah lingkup pemuda-pemudi yang menyukai hiburan instan. Delia, seorang pemudi aktivis sosial beragama Katolik keturunan Manado, tertarik dengan pribadi seorang Rosid. Keduanya saling mencintai, oleh karenanya mereka menjalin sebuah hubungan.
Dalam kisah ini diceritakan tokoh Rosid anak kedua dari dua bersaudara,dan  satu-satunya keturunan Arab-Betawi di kelurganya dan menjadi harapan sang ayah untuk melanjutkan keturunanny. Namun Rosid selalu membuat ayahnya bernama Mansur kesal lantaran susah menggunakan peci. Mungkin karena rambut kribonya yang dianggap menjadi penghalang Rosid berpeci, oleh karena itu Rosid  diminta sang ayah mencukur rambut ala senimannya itu. Bagi sang ayah, peci merupakan simbol kesalehan muslimin sedangkan Rosid menganggap peci bukanlah tuntunan agama melainkan produk budaya.  Ternyata tongkrongan seniman Rosid membawa berkah juga. Delia, seorang gadis katolik berwajah manis, naksir  pada sosok Rosid. Tentu saja ini hubungan yang nekad . Rosid dan Delia adalah dua anak muda yang rasional dalam menyikapi perbedaan. Tapi orang tua mereka tak  rela untuk merestui hubungan mereka. Maka mereka pun mencari cara untuk memisahkan Rosid dan Delia. Jurus Frans dan Martha, orang tua Delia, adalah dengan mencoba mengirim Delia sekolah ke Amerika.Sedangkan Mansur dan istrinya berniat untuk menjodohkan anakya dengan pemudi berkerudung bernama Nabila. Acara lamaran pun berlangsung tanpa memberitahukannya terlebih dahulu pada Rosid. Niatan kedua orang tua Rosid harus berakhir karena sikap Rosid yang jujur pada Nabila mengenai hubungannya dengan Delia. Perbedaan agama dan pertentangan antara keluarga mereka untuk ke depannya membuat mereka lebih memilih untuk mengakhirinya. Mereka menyadari bahwa perbedaan diantara mereka tak bisa lagi dipertahankan. Akhirnya Rosid kuliah sastra di Universitas Indonesia dan menikah dengan Cut Zahra yang berasal dari Aceh. Delia melanjutkan studi ke Amerika di jurusan Antropologi dan menikah dengan Allan.  Sedangkan Nabila menikah dengan Ahmad Jaelani dan membuka sebuah butik muslim. Mereka sadar perbedaan agama yang terjalin diantara mereka tidak dapat menyatu, namun mereka bahagia dan mendapatkan pengganti yang lebih baik dan seiman
Sebagaimana Cinta, film ini mengisahkan percintaan beda keyakinan. Tapi kelebihannya adalah soal cerdas, prinsipil, dan penuh filosifis. Film ini meraih  film terbaik Piala Citra 2010. Yang saya sukai dari naskah film ini adalah dialognya yang membumi,keseharian kehidupan masyarakat. Terbuka wadah toleransi dalam tiap kontak Rosid dengan Delia. Begitu rasionalnya mereka hingga makin lama menguatkan spiritualisme masing-masing. Film ini lebih memilih ending yang jelas. Tak perlu tanda elipsis. Walau awalnya saya pikir mengambang lebih elegan, namun paket akan komplit untuk sebuah komedi romantis apabila case closed. Kekurangannya mungkin terletak pada perbedaan agama diantara keduanya yang menyebutkan kedua nama agama tersebut. Karena di khawatirkan akan mengakibatkan pertentangan antara kedua agama tersebut.

tag: http://ajenganggellasari.wordpress.com/2013/01/27/resensi-film-3-hati-2-dunia-1-cinta/

21 Film Korea Romantis Terbaik Versi Muvimania.Com


1. My Sassy Girl (2001)

Film korea romantis my Sassy girl ini sangat bagus untuk ditonton. Selain kisah romantisnya, sang pembuat film juga menyelipkan unsur komedi didalam ceritanya. Anda akan dibuat terbahak bahak dengan aksi lucu dari Cha Tae Hyun dan Jun Ji-Hyun. Menceritakan kisah seorang pemuda bernama Gyun Woo yang jatuh cinta pada seorang wanita pemabuk. Namun perjuangan Gyun Woo mendapatkan hati sang wanita pemabuk ini tidak mudah. Dia harus mendekam di penjara, harus rela dipukuli, bahkan dia rela harus mengalami masalah lainya yang lebih berat demi mendapatkan cinta dari gadis itu. Rating untuk film korea romantis My Sassy Girl (2001) adalah 9/10. 

2. Always / Only You (2011)

Film Always / Only You (2011) juga merupakan salah satu film romantis korea yang wajib anda tonton. Kisah perjuangan seorang pemuda bernama Chulmin (So Ji-sub) yang rela melakukan apa saja demi seorang gadis buta bernama Jung Hwa. Chulmin harus mempertaruhkan nyawanya lewat ajang tinju bebas demi mendapatkan uang untuk operasi mata Jung Hwa. Dia  berhasil mendapatkan biaya untuk operasi, namun sayangnya chulmin sendiri kini mengalami cacat seumur hidup. Akankah sang gadis mau menerima Chulmin yang ternyata lebih memilih menghindar saat bertemu Jung Hwa. SIlahkan tonton sendiri film Always ini. Rating untuk film korea romantic Always / Only You (2011) adalah 9/10. 

3. A Moment To Remember (2004)

Film ini dibintangi oleh Jung Woo-sung dan Son Ye-jin. Mengisahkan tentang tentang wanita bernama Su Jin  yang menikah dengan anak buah bapaknya bernama Chul Soo. Di awal pernikahan kehidupan mereka sungguh bahagia. Namun ditengah perjalanan hidup mereka, ternyata sang Su jin mengidap penyakit Alzheimer's yang membuat dirinya mulai sering lupa. Namun masalah tersebut dia sembunyikan dari suaminya. Hingga puncaknya pas penyakit yang diderita Su jin semakin parah. Dan dia mengalami hilang ingatan. Tidak bisa mengenali orang orang disekitarnya, termasuk suaminya Chul Soo. Lalu bagaimanakah perjuangan Chulsoo menghadapi penyakit yang diderita istrinya ini. Silahkan tonton sendiri filmnya. Rating Film korea romantic a Moment to remember (2004) 9 / 10.

4. A Perfect Match (2002)

Kim Hyo Jin (Jo Yeo Jeong) yang bekerja di sebuah jasa layanan kencan di Korea, dan dia sangat baik dalam mempertemukan dan menjodohkan para kliennya. Namun sayangnya dalam kehidupan pribadinya sendiri, dia masih jomblo atau belum punya pasangan. Hingga suatu hari dia bertemu seorang pria (Jung Joon Ho) yang kebetulan memakai jasa biro jodohnya, Kim Hyo Jin berusaha mencarikan pasangan untuk pria tersebut, namun sayangnya selalu tidak cocok. Semakin lama dia mencarikan jodoh, malah membuat Kim Hyo Jin semakin suka pada pria tersebut. Bagaimana kisah cinta mereka. TOnton sendiri film korea romantic A Perfect Match (2002). Rating nya 8 / 10. 

5. You’re My Pet (2011)

Eun-Yi (Kim Ha-Neul) seorang wanita yang bekerja sebagai editor untuk majalah fashion. Dia terus gagal dalam menjalin hubungan dengan para pria. In-Ho (Jang Keun Suk-) yang berprofesi sebagai seorang penari balet yang mempunyai karir cemerlang. In-Ho saat itu sedang mencari tempat tinggal, karena diusir dari tempat kontrakannya yang dulu. Kemudian dia minta tolong temannya Eun-Soo (Choi Jong-Hoon) mencarikan kontrakan untuknya,hingga akhirnya dikenalkan ke Eun Yi. Eun Yi mau menerima In Ho tinggal dirumahnya, dengan syarat dia harus mau berpura pura menjadi hewan peliharaanya. Kisah cinta yang unik dan lucu. Rating untuk Film Korea Romantis You’re My Pet (2011) adalah 9/10

Film korea romantis lainnya yang belum kami tuliss sinopsisnya, tapi pasti bagus untuk anda tonton, bisa anda lihat dibawah ini: 

6. Love You You (2011)
7. The Classic (2003)
8. A Millionaire’s First Love (2006)
9. Seducing Mr. Perfect (2006)
10. My Girlfriend is An Agent (2007)
11. Babo (2008)
12. Almost Love (2006)
13. Love so Divine (2004)
14. Daisy (2006)
15. 200 Pounds Beauty (2006)
16. Crazy First Love (2003)
17. Cyrano Dating Agency (2010)
18. My Wife is a Gangster (2001)
19. My Wife is a Gangster  3 (2006)
20. Love in Magic (2005)
21. The Righteous Thief (2009)

Sebenarnya masih banyak lainnya yang belum kasih masukkan. Tetapi deretan film korea romantis yang kami rangkum diatas juga sudah kami pilih yang benar benar bagus dan rekomended untuk anda tonton. Mungkin lain kali akan kami update lagi film korea romantis lainnya. Makanya kunjungi terus muvimania.com untuk melihat berita terbaru kami dan juga review film film terbaru yang akan tayang di bioskop.

tag: http://filmbiosko.blogspot.com/2013/04/21-film-korea-romantis-terbaik-versi.html

About My Blog

Assalamu'alaikum para pembaca blogku

oke..
kali ini aku bakal bahas, apa-apa aja yang bakal aku pos dan tentang apa ulassan blogku ini.

First
Kebetulan karena hobi aku itu nulis, jadi ulassan yang ada di blog aku ya all about sastra. bagi kalian yang punya hobi yang sama denganku, silahkan bisa join ataupun follow blog aku ini. untuk sesi pertanyaan tentang pos aku yang berhubungan dengan ini, sementara gak aku sediain. alesannya, karena aku gak ada komputer ataupun laptop di rumah. jadi susah untuk lakuin sesi itu kalo medianya aja gak ada

Yang Kedua
tak dapat dipungkiri, aku adalah seorang Movie Lovers. ya film juga termasuk yang aku gemarrin selain nulis, jadi blog aku bakal aku isi dengan rincian film lama ataupun film terbaru (InsyaAllah). jadi buat kalian yang movie lovers juga, bisa follow dan join di blogku ini.

Yang Ketiga
aku adalah penyuka sastra dan alam, jadi aku bakal bahas all about sastra juga alam. jadi bagi kalian yang cinta sama kedua hal tersebut juga bisa follow atau join blogku ini.

Mungkin segitu aja perkenallan blogku ini, jangan lupa bagi yang mampir untuk join ataupun follow. Aku juga sediain sesi follow back antar blog ataupun join balik ke blog kalian.. oke thanks atas perhatiannya.. dan selamat mengisi blog kalian :D

Selasa, 12 November 2013

BIOLA TAK BERDAWAI

Bercerita tentang Renjani, bekas penari balet berusia 31 tahun yang melarikan diri dari masa lalunya yang pahit dengan mendedikasikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi penderita cacat ganda atau multi-handicapped. Salah seorang anak asuhannya, Dewa, bocah berusia 8 tahun, yang tak pernah memberikan reaksi pada dunia di luar dirinya.
Renjani memperlakukan Dewa sebagai anak normal. Ia selalu bercerita tentang kehidupan dan sering mengajaknya bepergian. Renjani yakin bahwa dalam tubuhnya yang seakan tidak berdaya, Dewa mendengar semua yang ceritanya. Ia mencintai Dewa, tak rela kalau Dewa meninggalkannya, seperti yang terjadi pada anak-anak asuhnya yang lain.
Renjani yang terluka selalu menutupi rahasia masa lalunya, kecuali kepada Mbak Wid, dokter anak eksentrik yang menolong Renjani memelihara anak-anak cacat. Mbak Wid adalah wanita berusia 40 tahun yang juga memiliki indara keenam dan memiliki kesamaan dengan Renjani, yang sama-sama mencoba melupakan masa lalu. Dialah yang selalu mencoba menyadarkan Renjani bahwa Dewa tak memiliki kemampuan seperti yang diyakini Renjani. Namun Renjani tetap yakin suatu hari Dewa akan menunjukkan tanda bahwa dia mendengarkan semua yang dikatakannya.
Sampai seorang pemain biola muda, Bhisma, hadir dalam hidupnya, Renjani merasa sebuah titik cerah akhirnya tiba. Bhisma adalah seorang seniman yang terluka, yang menemukan kebahagiaan pada diri Renjani dan Dewa. Persahabatan pun terjalin antara Renjani dan Bhisma. Bhisma mengagumi Renjani yang begitu mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak yang telah dibuang. Bhisma melihat Dewa dan bayi-bayi cacat lainnya sebagai ciptaan Tuhan yang indah tapi tak diberkati dengan kehidupan yang berguna. Seperti sebuah biola yang tak ada dawainya.
Namun kemudian masa lalu Renjani dan sebuah bencana mengancam untuk merenggut kebahagiaan mereka. Mungkinkah biola itu akan terus berbunyi untuk Dewa? Mungkinkah Renjani bisa terus menari untuknya?

Starring : Ria Irawan – Nicholas Saputra – Jajang C Noer – Dicky Lebrianto

tag: http://layarindonesia.wordpress.com/2010/07/27/biola-tak-berdawai/

puisi Rangga dan Cinta

Puisi Rangga & Cinta di film "Ada Apa Dengan Cinta? (AADC)"

Film Ada Apa Dengan Cinta atau bisa disingkat AADC merupakan film yang dirilis tahun 2002. Dalam film ini menceritakan tentang kedua insan remaja sebut saja Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang gemar menulis puisi. Mereka pun saling menyimpan rasa.

Nah, disini saya akan memposting beberapa puisi dari Rangga & Cinta yaitu sebagai berikut :


Tentang Seseorang

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci


Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri
bosan aku dengan penat



By : RANGGA





Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh, 
serupa tubuh yang mengakar.
Setiap nafas yang terhembus adalah kata. 

Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan. 
Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu… 
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu. 
Hahhh... Di luar itu pasir… Di luar itu debu… 
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada. 
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu. 
Jiwa ini tandu… Maka duduk saja… 
Maka akan kita bawa ... Semua… 
Karena kita adalah satu.

By : RANGGA




Ada Apa Dengan Cinta?

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

By : RANGGA



tag: http://achalasya.blogspot.com/2012/11/puisi-rangga-cinta-di-film-ada-apa.html

Ringkasan Cerita Ada Apa Dengan Cinta ( AADC )

Bertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya yang rutin diadakan tiap tahun. Cerita berawal dari Alya (Ladya Cherill) yang tubuhnya memar karena kerap dipukuli sang ayah yang kerap cek-cok dengan ibunya. Alya adalah sahabat karib Cinta dengan teman-temannya yang lain. Seperti Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).
Di sekolah, juara lomba puisi tahun ini akan diumumkan. Seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun justru pemenangnya tahun ini adalah Rangga (Nicholas Saputra). Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, ia akan mewawancarai Rangga. Namun Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan “dingin”. Saat Cinta berbicara dengan Rangga, ia melihat buku yang dipegang Rangga (buku AKU karya Syumandjaya). Lalu Cinta memberinya surat dan membuat Rangga emosi. Dan tanpa disengaja bukunya terjatuh. Cinta segera memungutnya. Dan membawa pulang buku itu untuk dibaca.
Cinta mengembalikan buku tersebut saat Rangga kebingungan mencarinya. Rangga pun berterima kasih pada Cinta. Semenjak itu mereka menjadi dekat. Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. Saat di Kwitang, Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya. Ia pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser.
Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Akhirnya Cinta pergi bersama Rangga. Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga. Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.
Keesokan harinya, Rangga menyapa Cinta. Namun Cinta justru berkata ketus agar Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga pun sepakat bahwa ia akan menjauh dari Cinta. Saat di rumah sakit Cinta berterus-terang pada Alya bahwa ia berbohong dan Alya pun tahu bahwa Cinta kencan dengan Rangga. Cinta tidak tahu bahwa saat ia berkata jujur, teman-temannya yang lain ada dibelakangnya. Cinta juga meminta maaf kepada teman-temennya yang lain.
Rangga yang saat itu akan berencana pindah sekolah ke Amerika Serikat, mencoba menelepon Cinta untuk berpamitan. Namun Cinta justru tetap menjauh dari Rangga. Carmen yang saat itu sedang latihan basket melihat Rangga berpamitan pada Pak Wardiman, sang penjaga sekolah. Ia pun segera memberitahukan teman-temannya.
Cinta yang menyadari cinta sejatinya itu, segera menyusul ke bandara. Namun mobil Milly terjepit mobil lain. Mereka meminjam mobil Mamet (Dennis Adhiswara). Di sana Cinta bertemu dengan Rangga. Ia meminta Rangga untuk membatalkan niatnya sekolah di luar negeri. Namun Rangga tetap pergi meninggalkan Cinta-nya. Ia memberi Cinta buku yang pada halaman terakhirnya terdapat puisi Rangga yang berjudul “Ada Apa dengan Cinta?”. Rangga berjanji akan kembali di saat bulan purnama tiba.
Film ADA APA DENGAN CINTA (AADC)

tag: http://aristie07.blogspot.com/2011/06/ringkasan-cerita-ada-apa-dengan-cinta.html 

Sinopsis Film "GIE"


Sutradara                    : Riri Riza
Produser                     : Mira Lesmana
Penulis                        : Riri Riza
Pemeran                     : Nicholas Saputra
                           Wulan Guritno
                                       Indra Birowo
                                       Lukman Sardi
                                       Sita Nursanti
                                       Thomas Nawilis
                                       Jonathan Mulia
                                       Christian Audy
                                       Donny Alamsyah
                                       Robby Tumewu
                                       Tutie Kirana
                                       Gino Korompis
                                       Surya Saputra
                                       Happy Salma






Distribusi                     : Sinemart Pictures
Genre                           :  Drama, Biography
Durasi                          : 147 menit
Anggaran                     : Rp 7-10 milyar (perk.)

Sinopsis GIE

Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja, Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Semangat ini sering salah dimengerti orang lain. Bahkan sahabat-sahabat Hok Gie, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya "Untuk apa semua perlawanan ini?". Pertanyaan ini dengan kalem dijawab Soe dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

Masa remaja dan kuliah Hok Gie dijalani di bawah rezim pelopor kemerdekaan Indonesia Bung Karno, yang ditandai dengan konflik antara militer dengan PKI. Soe dan teman-temannya bersikeras bahwa mereka tidak memihak golongan manapun. Meskipun Hok Gie menghormati Sukarno sebagai founding father negara Indonesia, Hok Gie begitu membenci pemerintahan Sukarno yang diktator dan menyebabkan hak rakyat yang miskin terinjak-injak. Hok Gie tahu banyak tentang ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kedaulatan, dan korupsi di bawah pemerintahan Sukarno, dan dengan tegas bersuara menulis kritikan-kritikan yang tajam di media. Soe juga sangat membenci bagaimana banyak mahasiswa berkedudukan senat janji-janji manisnya hanya omong kosong belaka yang mengedoki usaha mereka memperalat situasi politik untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penentangan ini memenangkan banyak simpati bagi Hok Gie, tetapi juga memprovokasikan banyak musuh. Banyak interest group berusaha melobi Soe untuk mendukung kampanyenya, sementara musuh-musuh Hok Gie bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk mengintimidasi dirinya.
Tan Tjin Han, teman kecil Hok Gie, sudah lama mengagumi keuletan dan keberanian Soe Hok Gie, namun dirinya sendiri tidak memiliki semangat pejuang yang sama. Dalam usia berkepala dua, kedua lelaki dipertemukan kembali meski hanya sebentar. Hok Gie menemukan bahwa Tan telah terlibat PKI tetapi tidak tahu konsekuensi apa yang sebenarnya menantinya. Hok Gie mendesak Tan untuk menanggalkan segala ikatan dengan PKI dan bersembunyi, tetapi Tan tidak menerima desakan tersebut.

Hok Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang mereka naik gunung dan menikmati alam Indonesia yang asri dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI. Selain itu, mereka juga gemar menonton dan menganalisa film, menikmati kesenian-kesenian tradisional, dan menghadiri pesta-pesta.

Film Gie adalah penggambaran HAM pada masa Soekarno. Film ini menunjukkan bagaimana seorang mahasiswa berjuang untuk mendapatkan HAM untuk rakyat Indonesia yang pada masa itu telah diacuhkan. Dari film ini, penonton bisa melihat keadaan yang kacau pada pemerintahan Soekarno yang seringakali disembunyikan dari media massa. Dari alasan-alasan politik, pemerintahan Soekarno berhasil menutupi hal-hal buruk yang mereka lakukan dari rakyat Indonesia sehingga sampai sekarang pun masih tidak jelas keadaan pada masa pemerintahan Soekarno. Ini membuktikan bahwa sampai sekarang pun masih ada cencorship yang menyembunyikan kebenaran dari rakyat Indonesia. Film ini menunjukkan sekilas apa yang terjadi pada masa pemerintahan Soekarno. Film ini juga telah memenangkan tiga penghargaan dan salah satunya adalah untuk film terbaik. Film ini sangat direkomendasikan untuk melihat sejarah Indonesia dan keadan ketika Soekarno menjadi presiden.

KELEBIHAN :

Film ini mempunyai kelebihan yang mengakibatkannya  menjadi populer. Kelebihannya adalah aktor yang berperan sebagai Soe Hok Gie ada Nicholas Saputra. Sebelum berperan sebagai Soe Hok Gie, Nicholas Saputra memang sudah cukup terkenal, sehingga  ia juga merupakan salah satu faktor yang membuat orang ingin menontonnya dan juga menjadikan film Gie  menjadi populer. Lagu-lagu  yang terkenal di tahun 1960 yang digunakan dalam film ini juga menjadi daya tarik film ini. Dengan memakai lagu-lagu yang terkenal pada tahun 1960-an, terlihat jelas kalau latar belakangnya adalah situasi  tahun 1960-an, seperti ketika temannya Gie menyanyikan lagu “Donna Donna Donna”. Selain ini, masih ada banyak kelebihan dari film tersebut.

KEKURANGAN :

Kekurangannya seperti ketidakjelasannya kematian Soe Hok Gie dan keanehan pada beberapa bagian dari filmnya. Ketika Soe Hok Gie mendaki gunung untuk terakhir kalinya, seharusnya ia bersama teman-temannya. Tetapi, di film tersebut ia hanya sendiri. Di bagian ahkir filmnya, temannya Gie juga mempunyai surat yang ditulis untuk Ira, teman perempuannya Gie. Bagaimana temannya bisa mempunyai surat terahkir dari Gie jika ia tidak bersama dengan Gie ketika ia meninggal? Ini adalah keanehan dari film tersebut. Walaupun tidak mengubah inti dari cerita, penonton yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi akan bingung karena tidak dijelaskan mengapa temannya Gie bisa mempunyai surat terahkirnya jika ia tidak mendaki gunung bersamanya. Maka dari itu, ini adalah kekurangan karena film ini kurang tepat pada fakta yang sebenarnya terjadi dan mengakibatkan keanehan pada akhirnya.